Membuat brosur seringkali dianggap hanya soal urusan desain yang cantik atau warna yang mencolok saja. Padahal, brosur yang bagus itu adalah brosur yang bisa menghasilkan penjualan, bukan cuma menarik buat dilihat sebentar lalu berakhir begitu saja di tempat sampah. Saya sering melihat banyak pelaku bisnis yang sudah keluar modal besar buat cetak ribuan lembar, tapi hasilnya nihil karena pesan yang ingin disampaikan tidak sampai ke calon pembeli dengan baik. Kita perlu paham kalau fungsi utama brosur itu sebagai alat pemasaran yang harus bisa meyakinkan orang dalam waktu singkat. Jadi, daripada kamu cuma fokus di estetika yang kadang malah bikin bingung, mari kita bedah langkah-langkah nyata supaya brosur yang kamu buat benar-benar bekerja maksimal untuk mendatangkan omzet bagi bisnis kamu.
Cara Membuat Brosur yang Menjual
Banyak orang berpikir kalau asal sudah ada gambar produk dan nomor telepon, maka brosur sudah cukup bagus. Faktanya, ada strategi khusus yang perlu kamu terapkan supaya orang tidak hanya sekadar melihat, tapi juga merasa butuh untuk membeli produk atau jasa yang kamu tawarkan. Berikut ini adalah beberapa poin penting yang saya susun agar kamu bisa membuat brosur yang punya daya tarik tinggi dan efektif secara penjualan.
Tentukan Dulu Siapa yang Akan Membaca Brosur Kamu
Langkah pertama yang paling mendasar adalah menentukan siapa target pembaca kamu. Kamu tidak bisa membuat satu brosur untuk semua orang karena selera dan kebutuhan tiap orang itu berbeda-beda. Kalau kamu mau menjual produk untuk ibu rumah tangga, tentu bahasa dan gambar yang digunakan akan sangat beda jika targetnya adalah anak muda atau pengusaha. Saya sarankan kamu luangkan waktu sebentar buat membayangkan siapa orang yang paling butuh produk kamu. Apa masalah yang mereka hadapi dan bagaimana produk kamu bisa membantu mereka. Dengan tahu siapa targetnya, kamu bisa memilih kata-kata yang lebih pas sehingga mereka merasa brosur itu memang dibuat khusus buat mereka. Jangan sampai brosur kamu terasa asing bagi orang yang membacanya karena bahasanya terlalu kaku atau malah terlalu santai buat mereka.
Buat Judul yang Bikin Orang Langsung Berhenti dan Membaca
Judul adalah bagian yang paling pertama dilihat oleh orang saat mereka menerima atau melihat brosur kamu. Kamu cuma punya waktu sekitar tiga detik buat menarik perhatian mereka sebelum mereka memutuskan untuk lanjut baca atau malah membuangnya. Hindari memakai nama perusahaan sebagai judul utama karena sejujurnya orang tidak terlalu peduli dengan nama brand kamu di awal. Mereka lebih peduli dengan apa yang bisa mereka dapatkan. Pakailah judul yang menonjolkan solusi atau keuntungan terbesar yang kamu tawarkan. Misal, daripada cuma menulis Nama Toko Laundry, kamu bisa ganti dengan judul Baju Bersih dan Wangi Tanpa Perlu Capek Mengucek. Judul yang berisi manfaat langsung seperti ini jauh lebih ampuh buat memancing rasa penasaran orang untuk tahu lebih lanjut apa isi di dalamnya.
Fokus pada Keuntungan Bukan Cuma Daftar Fitur
Satu kesalahan yang sering saya temui adalah brosur yang isinya penuh dengan daftar fitur atau spesifikasi teknis yang membosankan. Kamu harus ingat kalau orang membeli manfaat, bukan fitur. Fitur adalah apa yang dimiliki produk kamu, sedangkan manfaat adalah apa yang didapatkan oleh pembeli. Contohnya begini, kalau kamu jualan botol minum yang bisa tahan panas selama dua belas jam, itu adalah fitur. Manfaatnya adalah kamu bisa menikmati kopi hangat kapan saja meski sedang di perjalanan jauh. Nah, di dalam brosur, pastikan kamu lebih banyak bercerita tentang kemudahan atau kebahagiaan yang akan didapat konsumen setelah memakai produk kamu. Jelaskan bagaimana hidup mereka jadi lebih simpel atau bagaimana masalah mereka terselesaikan. Cara ini jauh lebih menjual karena menyentuh sisi emosional calon pembeli kamu.
Gunakan Bahasa yang Sederhana dan Mengajak Ngobrol
Gaya bahasa dalam brosur sebaiknya tidak kaku seperti buku pelajaran sekolah. Gunakanlah kata-kata yang biasa dipakai sehari-hari supaya pembaca merasa sedang diajak ngobrol secara personal. Jangan memakai istilah-istilah teknis yang cuma dipahami oleh orang di bidang kamu saja karena itu malah bikin pembaca bingung. Kalau pembaca bingung, mereka biasanya langsung berhenti baca. Saya selalu menyarankan untuk memakai kata ganti kamu atau anda supaya tercipta kedekatan. Tulislah kalimat-kalimat pendek yang langsung ke intinya saja. Paragraf yang terlalu panjang dan padat biasanya malas dibaca oleh orang. Berikan ruang yang cukup buat mata beristirahat saat membaca supaya informasi yang kamu sampaikan bisa terserap dengan baik tanpa bikin kepala pusing.
Pilih Foto atau Gambar yang Kualitasnya Bagus dan Relevan
Visual memegang peranan yang sangat besar dalam sebuah brosur. Satu foto yang bagus bisa bercerita lebih banyak daripada seribu kata-kata. Pastikan foto produk yang kamu pasang punya pencahayaan yang terang, tidak blur, dan terlihat sangat profesional. Kalau kamu punya modal lebih, tidak ada salahnya menyewa fotografer produk supaya hasilnya maksimal. Hindari memakai gambar dari internet yang seringkali terlihat palsu atau sudah terlalu sering dipakai orang lain. Gambar yang asli dan jernih akan membangun kepercayaan di mata calon pembeli. Selain foto produk, kamu juga bisa memasang foto orang yang sedang menggunakan produk tersebut dengan ekspresi yang bahagia. Ini akan membantu calon pembeli membayangkan diri mereka sendiri saat merasakan manfaat dari apa yang kamu tawarkan.
Masukkan Testimoni yang Jujur dari Pelanggan Sebelumnya
Orang akan lebih percaya dengan omongan pembeli lain daripada klaim dari si penjual itu sendiri. Inilah alasan kenapa testimoni itu penting banget ada di dalam brosur kamu. Kamu tidak perlu memasukkan banyak-banyak, cukup dua atau tiga testimoni singkat yang paling mewakili kepuasan pelanggan. Pastikan testimoni tersebut menceritakan perubahan nyata atau hasil positif yang mereka rasakan. Misalnya, setelah pakai layanan ini, waktu saya jadi lebih banyak buat keluarga. Kata-kata seperti itu punya kekuatan besar buat meyakinkan calon pembeli yang masih ragu. Jika memungkinkan, sertakan juga nama asli atau foto pelanggan tersebut supaya testimoninya terasa lebih nyata dan tidak terkesan buatan sendiri. Hal kecil ini bisa meningkatkan kredibilitas bisnis kamu berkali-kali lipat.
Berikan Penawaran Spesial yang Susah buat Ditolak
Brosur kamu sudah bagus, judulnya menarik, tapi kalau tidak ada penawaran yang menggiurkan, orang mungkin cuma akan bilang oh bagus ya lalu melupakannya. Kamu perlu memberikan alasan kenapa mereka harus beli sekarang juga. Penawaran spesial ini bisa berupa potongan harga, beli satu gratis satu, atau bonus produk tambahan untuk pembelian di waktu tertentu. Gunakan strategi kelangkaan supaya ada rasa takut ketinggalan di benak pembeli. Kalimat seperti penawaran ini hanya berlaku untuk lima puluh orang pertama atau diskon khusus hanya sampai akhir bulan ini biasanya sangat efektif. Pastikan penawaran ini terlihat jelas di dalam brosur, bisa dengan ukuran huruf yang lebih besar atau warna yang kontras supaya langsung tertangkap oleh mata pembaca.
Jangan Lupakan Call to Action yang Sangat Jelas
Setelah orang selesai membaca brosur kamu, apa yang harus mereka lakukan? Kamu tidak boleh membiarkan mereka menebak-nebak sendiri. Berikan instruksi yang sangat jelas atau yang biasa disebut Call to Action. Jika kamu ingin mereka memesan lewat WhatsApp, tuliskan Hubungi WhatsApp kami di nomor sekian untuk pemesanan. Jika kamu ingin mereka datang ke toko, cantumkan alamat lengkap beserta patokan lokasinya. Jangan sampai mereka sudah tertarik tapi bingung harus menghubungi siapa atau pergi ke mana. Saya sarankan buat instruksi ini semenarik mungkin, misalnya dengan kata Pesan Sekarang dan Dapatkan Bonusnya. Intinya adalah bimbing pembaca selangkah demi selangkah sampai mereka benar-benar melakukan transaksi dengan kamu.
Perhatikan Tata Letak dan Pemilihan Warna
Desain bukan cuma soal terlihat cantik, tapi soal kenyamanan saat dibaca. Kamu harus memperhatikan alur informasi di dalam brosur tersebut. Biasanya orang membaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. Jadi, taruhlah informasi yang paling penting di bagian atas atau di halaman depan. Jangan memasukkan terlalu banyak elemen dalam satu halaman karena itu akan membuat brosur terlihat berantakan dan sesak. Berikan jarak antar teks dan gambar supaya desainnya terlihat bersih atau elegan. Soal warna, pilihlah warna yang sesuai dengan karakter bisnis kamu dan pastikan warna teks kontras dengan warna latar belakang. Jangan memakai warna tulisan kuning terang di atas latar belakang putih karena itu akan sangat menyiksa mata pembaca. Kesederhanaan dalam desain seringkali justru terlihat jauh lebih profesional dan meyakinkan.
Cantumkan Kontak dan Media Sosial yang Aktif
Zaman sekarang, orang biasanya akan mengecek media sosial terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu yang mereka lihat di brosur. Oleh karena itu, pastikan kamu mencantumkan akun Instagram, Facebook, atau website resmi bisnis kamu. Pastikan akun-akun tersebut aktif dan punya konten yang menarik supaya calon pembeli semakin yakin. Selain itu, nomor telepon atau link chat yang kamu cantumkan harus benar-benar mudah dihubungi. Jangan sampai saat mereka menghubungi, pesannya tidak dibalas dalam waktu lama atau nomornya malah tidak aktif. Kecepatan merespons calon pembeli yang datang dari brosur adalah kunci supaya mereka tidak berpaling ke tempat lain. Semakin lengkap dan mudah akses kontak kamu, semakin besar peluang mereka untuk segera membeli.
Lakukan Cek Ulang untuk Menghindari Typo
Ini mungkin terdengar sepele, tapi salah ketik atau typo bisa merusak segalanya. Bayangkan kalau kamu salah menulis nomor telepon atau salah menulis harga produk, tentu kerugiannya bisa sangat besar. Selain itu, brosur yang penuh dengan salah ketik akan membuat bisnis kamu terlihat tidak profesional dan kurang teliti. Saya selalu menyarankan untuk melakukan cek ulang minimal dua kali sebelum brosur tersebut dibawa ke tempat percetakan. Mintalah bantuan orang lain untuk membacanya, karena kadang kita sering melewatkan kesalahan kecil saat melihat tulisan kita sendiri. Pastikan juga semua informasi seperti jam buka, alamat, dan syarat ketentuan sudah benar-benar tepat. Ketelitian di tahap akhir ini akan menyelamatkan modal yang sudah kamu keluarkan buat biaya cetak.
Pilih Jenis Kertas yang Memberikan Kesan Berkelas
Sentuhan fisik dari sebuah brosur juga sangat berpengaruh pada persepsi pembeli terhadap kualitas bisnis kamu. Kalau kamu memakai kertas yang terlalu tipis dan gampang robek, orang bisa saja berpikir kalau produk atau jasa kamu juga kualitasnya biasa saja. Pilihlah jenis kertas yang sedikit tebal dan punya tekstur yang enak dipegang. Kamu bisa memilih kertas yang punya efek mengkilap atau yang terlihat matte untuk kesan yang lebih elegan. Memang biayanya mungkin sedikit lebih mahal daripada kertas biasa, tapi kesan pertama yang didapatkan calon pembeli itu jauh lebih berharga. Brosur yang terasa kokoh dan premium di tangan akan memberikan sinyal bahwa bisnis kamu adalah bisnis yang serius dan terpercaya.
Membuat brosur yang bisa menjual memang butuh perhatian lebih pada detail-detail kecil yang selama ini mungkin sering terabaikan. Kamu tidak perlu menjadi ahli pemasaran kelas dunia untuk bisa mempraktekkan langkah-langkah di atas. Kuncinya adalah selalu posisikan diri kamu sebagai pembaca. Jika kamu merasa brosur tersebut menarik dan membuatmu ingin membeli, berarti kamu sudah berada di jalur yang benar. Jangan lupa untuk terus memantau hasil dari brosur yang sudah disebar supaya kamu tahu bagian mana yang paling disukai orang dan bagian mana yang perlu diperbaiki di cetakan berikutnya. Dengan pendekatan yang lebih fokus pada kebutuhan pembaca dan penawaran yang kuat, saya yakin brosur kamu tidak akan berakhir di tempat sampah, melainkan akan berubah menjadi tumpukan pesanan yang mengalir masuk. Semoga tips dari saya ini bermanfaat buat perkembangan bisnis kamu ke depannya.
